PEMETAAN AKTOR, PEMANGKU KEPENTINGAN, DAN POTENSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH YANG DAPAT MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA PENCAPAIAN VISI GURU/SEKOLAH
PEMETAAN AKTOR, PEMANGKU KEPENTINGAN, DAN
POTENSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH YANG DAPAT MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA PENCAPAIAN
VISI GURU/SEKOLAH
Sebagai
sebuah lembaga tentunya sekolah juga mempunyai visi yang jelas sebagai sebagai
sebuah petunjuk kearah mana kegiatan pendidikan di sekolah tersebut akan
diselenggarakan. Sehingga semua yang terlibat dalam sekolah tersebut dapat
menyatukan pemikiran untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai sebuah visi di
sekolah tentunya ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan ada perubahan – perubahan
positif yang harus dilakukan. Salah satu
cara yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan-perubahan positif adalah
dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA)
Inkuiri Apresiatif (IA) merupakan
sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis pada
kekuatan yang menggunakan prinsip-prinsip psikologi positif dalam pendidikan
positif. Pendekatan IA sangat relevan jika diterapkan disekolah dengan mengidentifikasi
dan memanfaatkan kekuatan – kekuatan yang telah dimiliki oleh sekolah. Kekuatan-kekuatan
positif ini dapat memberikan kontribusi positif dalam melakukan perubahan dan
pengembangan sekolah. Sebagai sebuah lembaga, sekolah merupakan bentuk kolaborasi
dari beberapa pihak yang memiliki kepentingan. Sehingga dalam proses manajemen
perubahan yang ingin dilakukan di sekolah berbagai pihak pemangku kepentingan
ini dapat memberikan kontribusinya untuk mencapai visi sekolah.
Pemangku
kepentingan di sekolah ini merupakan orang-orang atau individu maupun kelompok yang
terlibat dalam setiap aspek pendidikan di sekolah dan mempunyai pengaruh
terhadap perubahan – perubahan yang dilakukan sekolah. Pemangku kepentingan ini
dapat berasal dari 3 unsur utama yaitu sekolah, pemerintah dan masyarakat.
Ø Pemangku
kepentingan dari unsur sekolah antara lain yayasan, kepala sekolah, Guru,
siswa, pegawai dan tata usaha. Yayasan berperan sebagai pelindung, Kepala
sekolah yang bertanggug jawab dalam segala program sekolah, guru sebagai
pelaksan program pendidikan yang menuntun siswa menjadi manusia berkarakter, murid sebagai aktor utama dalam segala program
pendidikan, pegawai dan tata usaha yang mendukung segala kegiatan pendidikan di
sekolah.
Ø Pemangku
kepentingan dari unsur pemerintah diwakili oleh kementrian pendidikan, walikota/bupati,
dinas pendidikan, pengawas dan yayasan. Pemangku kepentingan dari unsur
pemerintah berperan dalam membuat kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan
oleh sekolah.
Ø Pemangku
kepentingan dari unsur masyarakat adalah, orang tua siswa atau komite, pengamat
dan ahli pendidikan, lembaga swadaya masyarakat. Dimana orang tua berperana
dalam hal pembiayaan dan dukungan terhadap siswa dan lembaga lembaga dalam
masyarakat berperan dalam mendukung pengembangan program sekolah.
Pemangku
kepentingan memiliki peran dan kekuatannya masing-masing dalam mendukung terwujudnya
visi sekolah. Selain itu dalam perjalanan untuk mendukung terwujudnya visi
sekolah yang mendukung siswa merdeka diperlukan juga mengidentifikasi
potensi-potensi yang dimiliki sekolah. Potensi yang ada dilingkungan sekolah
meliputi lingkungan sekolah yang nyaman, sarana dan prasarana yang dimiliki
sekolah, kompetensi dan motivasi yang dimiliki guru dan kepala sekolah,
kolaborasi yang baik antar warga sekolah dan yang terpenting adalah motivasi
yang dimiliki oleh siswa.
Segala
potensi yang dimiliki sekolah dan didukung oleh berbagai pemangku kepentingan yang
secara berkolaborasi memberikan kontribusi pada program-program pendidikan dan
sekolah maka akan dapat mewujudkan perubahan
– perubahan positif dalam mewujudkan visi sekolah yang mendukung siswa merdeka
belajar.

Comments
Post a Comment