PEMETAAN AKTOR, PEMANGKU KEPENTINGAN, DAN POTENSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH YANG DAPAT MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA PENCAPAIAN VISI GURU/SEKOLAH

 

PEMETAAN AKTOR, PEMANGKU KEPENTINGAN, DAN POTENSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH YANG DAPAT MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA PENCAPAIAN VISI GURU/SEKOLAH



             Setiap lembaga, organisasi atau komunitas pastinya memiliki visi sebagai tujuan dan cita-cita dari dibentuknya organisasi atau komunitas tersebut. Jika dicari artinya visi merupakan sebuah tujuan, masa depan, cita-cita, hal yang ingin dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Sebuah visi harus mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang dilakukan dan apa tujuan yang ingin dicapai. Namun, seringkali visi hanya menjadi sebuah tulisan formalitas semata dan hanya digunakan untuk pemenuhan administrasi dari sebuah organisasi. Padahal sejatinya visi menjadi suatu hal paling pokok agar  seluruh anggota dalam organisasi atau lembaga mempunyai titik fokus yang sama. Sehingga berfungsi sebagai pemersatu pemikiran supaya target utama dari organisasi atau lembaga dapat tercapai. 

Sebagai sebuah lembaga tentunya sekolah juga mempunyai visi yang jelas sebagai sebagai sebuah petunjuk kearah mana kegiatan pendidikan di sekolah tersebut akan diselenggarakan. Sehingga semua yang terlibat dalam sekolah tersebut dapat menyatukan pemikiran untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai sebuah visi di sekolah tentunya ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan ada perubahan – perubahan positif yang harus dilakukan.  Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan-perubahan positif adalah dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA)

Inkuiri Apresiatif (IA) merupakan sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis pada kekuatan yang menggunakan prinsip-prinsip psikologi positif dalam pendidikan positif. Pendekatan IA sangat relevan jika diterapkan disekolah dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan – kekuatan yang telah dimiliki oleh sekolah. Kekuatan-kekuatan positif ini dapat memberikan kontribusi positif dalam melakukan perubahan dan pengembangan sekolah. Sebagai sebuah lembaga, sekolah merupakan bentuk kolaborasi dari beberapa pihak yang memiliki kepentingan. Sehingga dalam proses manajemen perubahan yang ingin dilakukan di sekolah berbagai pihak pemangku kepentingan ini dapat memberikan kontribusinya untuk mencapai visi sekolah.

Pemangku kepentingan di sekolah ini merupakan orang-orang atau individu maupun kelompok yang terlibat dalam setiap aspek pendidikan di sekolah dan mempunyai pengaruh terhadap perubahan – perubahan yang dilakukan sekolah. Pemangku kepentingan ini dapat berasal dari 3 unsur utama yaitu sekolah, pemerintah dan masyarakat.

Ø  Pemangku kepentingan dari unsur sekolah antara lain yayasan, kepala sekolah, Guru, siswa, pegawai dan tata usaha. Yayasan berperan sebagai pelindung, Kepala sekolah yang bertanggug jawab dalam segala program sekolah, guru sebagai pelaksan program pendidikan yang menuntun siswa menjadi manusia berkarakter,  murid sebagai aktor utama dalam segala program pendidikan, pegawai dan tata usaha yang mendukung segala kegiatan pendidikan di sekolah.

Ø  Pemangku kepentingan dari unsur pemerintah diwakili oleh kementrian pendidikan, walikota/bupati, dinas pendidikan, pengawas dan yayasan. Pemangku kepentingan dari unsur pemerintah berperan dalam membuat kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan oleh sekolah.   

Ø  Pemangku kepentingan dari unsur masyarakat adalah, orang tua siswa atau komite, pengamat dan ahli pendidikan, lembaga swadaya masyarakat. Dimana orang tua berperana dalam hal pembiayaan dan dukungan terhadap siswa dan lembaga lembaga dalam masyarakat berperan dalam mendukung pengembangan program sekolah.

Pemangku kepentingan memiliki peran dan kekuatannya masing-masing dalam mendukung terwujudnya visi sekolah. Selain itu dalam perjalanan untuk mendukung terwujudnya visi sekolah yang mendukung siswa merdeka diperlukan juga mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki sekolah. Potensi yang ada dilingkungan sekolah meliputi lingkungan sekolah yang nyaman, sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, kompetensi dan motivasi yang dimiliki guru dan kepala sekolah, kolaborasi yang baik antar warga sekolah dan yang terpenting adalah motivasi yang dimiliki oleh siswa.

Segala potensi yang dimiliki sekolah dan  didukung oleh berbagai pemangku kepentingan yang secara berkolaborasi memberikan kontribusi pada program-program pendidikan dan sekolah  maka akan dapat mewujudkan perubahan – perubahan positif dalam mewujudkan visi sekolah yang mendukung siswa merdeka belajar.

Comments

Popular posts from this blog